Rabu, 30 Januari 2013

Foto-Foto Lucu dan Unik Sepak Bola

Kembali lagi di postingan foto atau gambar unik. Banyak sekali editan-editan lucu dan unik di dunia sepak bola, kali ini admin akan share beberapa foto unik yang editan dan bukan editan>>
Check It Out !!
Selebrasi Balotelli Wannabe

Cristiano Ronalnduk ... Budi Anduk hehe

Mad Dog main bola? Ihh.. Ngerii..

Banyak yg bilang ini bukan Editan, Iniesta dikepung pemain Italia, kayak Tsubasa aja hihi

Ekspresi Andre Villas Boas saat kalah dari mantan clubnya (hanya editan koq, dasinya beda kan? hehe)

Real Madrid Waka waka E e..

Wasit2 kontroversial ditangkap Roman emperor.. ada Howard Webb sama Mark Cattlenburg.. hehe sereman Drogba bawa senjata :D

Drogba memimpin pemain Barca Jogging.. wkwkw (katanya sih foto asli nih..)

Messi dijaga 5 pemain Madrid dan bek kanan dibiarkan sendirian.. How pointless..

6 pemain Barca dikepung 1 pemain Madrid (Rafael Farane 19 tahun)

Gimana komentarnya pembaca? kalau kurang besar klik aja gambarnya..
Sumber foto:
pencarian google dan fb
http://id.olahraga.yahoo.com/foto/rafael-varene-dikepung-enam-pemain-barcelona-slideshow/

Senin, 28 Januari 2013

Amalan Abu Utsman Sebagai Bekal Menghadap Allah

Menerima kekurangan dengan ikhlas..
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim

Abu Utsman al Hiri (289H) adalah seorang ulama Naisabur yang shalih. Suatu saat beliau ditanya,”Wahai Abu Utsman amalan apa yang engkau harapkan bisa sebagai bekal menghadap Allah dari apa yang telah engkau lakukan?”

Abu Utsman pun berkisah,”Waktu aku tinggal di Ar Rai, para penduduknya mendesakku menikah, namun aku menolaknya. Namun setelah itu datanglah seorang wanita yang menyatakan,

’Wahai Abu Utsman aku telah jatuh cinta kepadamu, hingga aku tidak bisa tidur. Dan saya memutuskan memohon kepada Allah agar aku bisa menikah denganmu’”.

Abu Utsman melanjutkan, “Aku pun menjawab, ‘Engkau masih memiliki ayah?’ Wanita itupun menjawab,’Ya, dia adalah seorang penjahit.’

Akhirnya, aku berjanji akan menikahinya dan ia pun bergembira, kemudian dilakukanlah akad nikah dengan para saksinya. Namun setelah resmi menjadi pasangan sah dan melihat fisiknya, aku akhirnya mengetahui bahwa salah satu mata istriku buta dan kakinya pincang serta memiliki wajah amat buruk.

Saat itu aku mengucapkan,’Ya Allah segala puji bagi-Mu atas apa yang engkau takdirkan kepadaku’”.

Abu Utsman pun menjelaskan bahwa saat itu, keluarganya mencelanya atas keputusan menikahi wanita itu,”Namun aku tetap berusaha membahagiakan wanita itu. Sampai suatu saat ia menginginkan agar aku tetap bersamanya, maka aku rela meninggalkan majelis demi untuk menjaga perasaannya.

Kehidupan yang demikian itu aku jalani hingga15 tahun dan terkadang aku merasa tersiksa dengan keadaaan demikian namun aku sama sekali tidak pernah mengeluhkan hal itu kepadanya, hingga akhirnya ia wafat”.

Abu Utsman pun menutup kisahnya, ”Maka dari amalanku, yang aku harap bisa menjadi bekal kepada Allah adalah usahaku untuk menjaga perasaannya.”

(lihat, Shifat Ash Shafwah, 4/105,106)

Sumber:kisahislam.net
Semoga Bermanfaat
Salam Santun Ukhuwah Karena_NYA

sumber:
FP facebook Al-Qur'an Pedoman KU

Sabtu, 26 Januari 2013

Kisah Ibrahim Dan Lelaki Pendosa Yang Ingin Bertaubat

Bertaubat dan jauhilah maksiat..
Nama lengkapnya adalah Ibrahim bin Adham bin Manshur al ‘Ijli. Ada yang mengatakan at Tamimy. Dia juga dikenal dengan Abu Ishaq al Balkhi. Meninggal tahun 162.

Mungkin tidak ada yang banyak mengenal bahwa beliau adalah seorang pangeran dari Balakh. Seorang pangeran kaya raya dengan istananya yang megah gemilang. Kemegahannya saat itu belum ada yang menandinginya.

Meskipun hidup bergelimang harta dan kekuasaan tidak membuat hati beliau lalai. Bahkan beliau terkenal sebagai orang yang taat beribadah dan sangat penyantun terhadap sesama terlebih kepada orang-orang miskin di negerinya. Setiap Jum’at dikumpulkan para fakir miskin di depan istananya dan ditaburkannya uang dirham ke halaman istana. Ia juga gemar memberi hadiah bagi orang-orang yang dianggap berjasa serta memberi zakat dan shadaqah jariyah pada hari-hari tertentu.

Namun gemerlapnya dunia tidak dapat membuatnya bahagia dan tidak mampu menghadirkan ketenangan jiwa. Bahkan membuatnya hatinya dirundung gundah gulana. Hingga pada suatu malam, saat penghuni istana sedang tidur terlelap, dia meninggalkan istana dengan menyamar sebagai seorang papa. Baginya, kehidupan yang fana ini semakin diteguk semakin merasa haus. Akhirnya sang pangeran meninggalkan semuanya.

Dan pada suatu hari, Ibrahim bin Adham didatangi seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabiah. Ia meminta nasehat kepada dirinya agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya. Ia berkata, “Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat.

Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya.”
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, “Jika kamu mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, maka aku tidak keberatan kau berbuat dosa.”

Mendengar jawaban laki-laki tersebut gembira dan dengan penuh rasa ingin tahu yang besar dia bertanya, “Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?”
“Syarat pertama, jika kau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rizki Allah”, ujarnya.
Lelaki itu mengernyitkan dahinya lalu berkata, “lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rizki Allah?”
“Benar”, jawab ibrahim tegas. “Bila kau telah mengetahuinya, masih pantaskah kau memmakan rizki-Nya sementara kau terus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintah-Nya?”
“Baiklah…”, jawab lelaki itu tampak menyerah.

“Kemudian apa syarat yang kedua?”
“Kalau kau bermaksiat kepaa Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya”, kata Ibrahim lebih tegas lagi.
Syarat kedua ini membuat jahdar lebih kaget lagi. “Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?”
“Benar. Karena itu pikirkahlah baik-baik. Apakah kau masih pantas memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya sementara kau terus berbuat maksiat?”, tanya Ibrahim.
“Kau benar Aba Ishak”, ucap Jahdar kemudian.

“Lalu apa syarat yang ketiga?”, tanyanya dengan penasaran.
“Kalau kau masih juga bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rizki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempat yang terembunyi agar tidak terlihat oleh-Nya.”
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. “Ya Aba Ishak, nasehat macam apakah semua ini? Mana mungin Allah tidak melihat kita?”
“Bagus! Kalau kau yakin Allah melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rizkNya, tinggal di buminya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya. Pantaskah kau melakukan semua itu?”, tanya Ibrahim kepada lelaki yang masih tampak membisu itu. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabiah tidak berkutik dan membenarkannya.

“Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat yang keempat?”
“Jika malaikatul maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertobat dan melakukan amal shaleh.”
Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukan selama ini. Ia kemudian berkata, “Tidak mungkin…. Tidak mugnkin semua itu kulakukan”.
“Ya Abdallah (hamba Allah), bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?”

Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasehat kepada lelaki itu.
“Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!”

Lelaki yang ada di hadapan Ibrahim bin Adham itu tampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasehatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal, ia berkata, “cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah”.

Lelaki itu memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyuk.

Sumber:

Jumat, 25 Januari 2013

Makna Syukur Yang Sebenarnya

Alhamdulillah.. Ya Allah..
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Sobat nomor2 kali ini admin sedikir mengulas hal tentang bersyukur kepada Allah. Barangkali diantara kita ada yang belum mengetahui makna bersyukur  dan bagaimana caranya. Saat admin mengikuti suatu kajian ustad pernah mengatakan bahwa bersyukur itu tidak sekedar berucap Alhamdulillah namun bersyukur juga berarti menggunakan nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk mengharapkan ridhoNya. Misalnya :
  1. Kita diberi-Nya rizki mempunyai motor, kita gunakan motor itu untuk mendatangi kajian atau sholat di Masjid
  2. Kita diberi-Nya rizki berupa kesehatan dan badan yg kuat, kita gunakan untuk beramal sholeh, bangun dan sholat malamlah setiap hari.
  3. Kita diberi-Nnya rizki berupa uang, kita infaqkan walaupun uang itu penting untuk keperluan lain, belilah kitab-kitab Al-Qur'an dan Hadist untuk belajar.
  4. dan lain sebagainya.
Pernahkah saudara menerima bantuan dari seorang sahabat atau orang lain? Pasti pernah bukan?  Hendaknya selepas itu kita bersyukur dengan cara mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut. Lazim kita mengucapkan Jazakumullah khoiron/ Jazakillah/ Barokallahufikum/ terima kasih/ thanks/ "matur suwun" (bahasa jawa) juga tidak apa-apa. Karena sesungguhnya hal-hal itu merupakan bentuk rasa syukur kita walaupun sedikit. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak sedangkan rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbesit dalam hati.

Padahal Rasulullah saja bersyukur denga melakukan sholat malam (tahajud) sampai kakinya bengkak-bengkak.
Aisyah r.a. berkata: Adalah nabi SAW. bangun sholat malam hingga merekah kakinya, maka saya tegur Mengapakah berbuat demikian padahal Allah telah mengampunkan bagimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang? Jawab Nabi: Tidakkah sudah selayaknya saya menjadi hamba yag bersyukur (terima kasih) kepada-Nya (Muttafaqun Alaihi)

Kita ambil 1 contoh, disaat kita hidup di dunia dan dilanda kesedihan karena terjadi sesuatu atau terlupa karena terlalu bersenang-senang menikmati indahnya dunia kita tidak sadar bahwa Allah senantiasa memberikan nikmat bernafas. Ya, bernafas, mungkin kita bisa tidak bernafas selama beberama detik atau menit, tapi bisakah selama satu jam? Pernahkah kita menghitung berapa juta/ milyar/ triliyun kita dapat menghirup oksigen berkali-kali dengan GRATIS? Tentu tidak bukan? Mari kita hitung bersama-sama jika dibandingkan alat bantu nafas berikut ini:

Alat bantu nafas Oxycan
Kita ambil harga 1 botol Rp. 21.500,- (tentunya setiap tahun harganya naik) cara pakai sbb:
    - hirup selama 2 detik
    - 75 kali pemakaian habis
    - total 1 tabung habis dalam waktu (2 detik X 75) = 150 detik = 2,5 menit

1 jam (24 tabung x 2,5 menit)= 24xRp. 21.500,-   = Rp.516.000,-
1 hari (24 jam) = 24 x Rp. 516.000,- = Rp. 12.384.000,-
1 tahun (360 hari) = 360 x Rp. 12,384.000,-   = Rp. 4,484.240.000,-

Bila kita bandingkan dengan usia kita berarti:
Usia kita jika dikali Oxycan selama 1 tahun
Masya Allah, Alhamdulillahirobbilalamiin..
Sudah beratus-ratus milyar Allah memberikan nikmatnya secara gratis kepada kita. Jika diuangkan mampukah kita membayar nikmat Allah tersebut dengan nilai yang tertera di atas? Sungguh tak ternilai harganya jika dibandingkan dengan nikmat-nikmat lain yang Allah berikan pula. Sungguh sangat sangat wajib kita bersyukur atas karunia nikmat yang Dia berikan. Selain itu ada dua nikmat seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Kesimpulannya, kita gunakan nikmat kita, waktu kita, jiwa raga kita untuk selalu bersyukur dengan melakukan amalan-amalan baik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan kita senantiasa berdoa supaya senantiasa diingatkan agar menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur...

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sumber:
Kajian ustad
Kajian SKI

Menyembuhkan Penyakit Dengan Memperbaiki Akhlaq

Ustad Dhanu
Punya gangguan kesehatan tapi malas berobat ke dokter? atau sudah putus asa dengan penanganan dokter yang belum ada hasilnya? mungkin ini boleh dicoba. Lihat juga acaranya di MNC TV tiap Minggu jam 05.00 wib.

Ustadz Dhanu bisa tahu penyebab hampir semua jenis penyakit yang ditanyakan para jamaahnya,  berkaitan dengan perilaku atau akhlak. Beliau mendapatkan pengetahuan tersebut karena bertahun-tahun mengadakan penelitian hubungan antara penyakit dengan akhlak seseorang.

Sesungguhnya  segala musibah/penyakit yang dialami setiap orang sekarang adalah hasil dari perbuatannya sebelumnya (lihat: Q.S. Asy Syuura 30-31), dan apabila yang dialami oleh anak yang belum dewasa  itu adalah akibat dari perbuatan orang tuanya sebelumnya. Berikut ini ada beberapa sumber penyakit dari acara Ustad Dhanu:

Alergi = Punya keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan salah untuk keselamatan

Amandel = Suka marah

Ambien = Emosi berlebihan bila ada masalah dalam keluarga, biasanya diam dulu, kemudian marah besar

Anak astma / sesak napas = Karena tidak ingin bertengkar antara suami istri, maka bila terjadi perselisihan sering tidak diselesaikan dan menjadi jengkel yang tersimpan = Ada masalah yang tidak bisa dibicarakan kepada siapapun (karena malu dll) = Saat hamil salah satu orang tua menyimpan jengkel yang kuat

Anak autis, Tidak bisa bicara = Waktu hamil, ada masalah suami istri tidak diselesaikan, tetapi disimpan dengan jengkel dalam waktu yang lama (lebih dari 1 bulan) = Salah satu orang tua sering malas berpikir bila menghadapi masalah atau dalam berdiskusi = Orang tua agak pendiam = Saat hamil salah satu orang tua suka geregetan (marah terpendam) = Orang tua banyak bertolak belakang, yang satu sangat pendiam yang satunya sangat enerjik

Anak belum bisa jalan = Orang tua malas mengutarakan masalah rumah tangga yang dihadapi (suka mendiamkan masalah), diam disertai jengkel

Anak, cairan di otak = Waktu hamil, salah satu orang tua bila punya masalah suka malas memikirkannya (putus asa)

Anak, cerebral palsy (lumpuh otak) = Pada saat hamil, salah satu orang tua sering diam (mendiamkan), tidak mau membicarakan masalah yang dihadapi.

Anak down syndrome = Sewaktu hamil, ibu pernah marah sampai mengeluarkan kata kata yang merendahkan orang lain

Anak epilepsi = Orang tua sering bertengkar, lalu diam (melamun) dan jengkel yang disimpan lama = Salah satu orang tua gampang tersinggung = Bila marah sering merendahkan orang

Anak gagal ginjal = Saat hamil orang tua sering bertengkar dan menyimpan jengkel

Anak, ginjal menggelembung, sebagian urin dari kandung kemih kembali ke ginjal = Salah satu orang tua, sering jengkel (disimpan lama) pada pasangan, diam tidak mau mendiskusikan masalah

Anak, ginjal dan radang otak = Orang tua sering bertengkar, marah yang disimpan lama, jengkel

Anak, Hepatitis A = Orang tua sering berantem dan selesainya lama

Anak hydrosifalus = Bila ada masalah yang keluar pertama adalah jengkel dulu = Bila dinasehati, iya-iya saja tapi tidak dilaksanakan

Anak hypoteroid = Salah satu orang tua bila punya masalah lebih banyak diam

Anak jatuh dan lumpuh = Orang tua sering bertengkar dan sering putus asa dalam menghadapi masalah

Anak jatuh dari ketinggian = Orang tua kurang komuniksai

Anak kejang-kejang saat tidur = Orang tua sering bertengkar atau menyimpan masalah disertai emosi, tidak didiskusikan/diselesaikan = Amalan salah

Anak keterbelakangan mental = Salah satu atau kedua orang tua sering punya emosi yang kuat dan kalo marah jadi kalap, sampai mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan (merendahkan) orang

Anak, leher lemah = Salah satu orang tua tidak menghormati orang tuanya

Anak leukimia = Orang tua sering bertengkar dan menyimpan marah (jengkel)

Anak lumpuh = Orang tua sering putus asa dalam menghadapi masalah

Anak malas = Orang tua sering malas-malasan dalam mengerjakan sesuatu

Anak meninggal terus dalam kandungan (tali pusat kecil) = Cepat tersinggung dengan suami

Anak, muka bengkak, Benjolan dekat mata = Orang tua sering emosi dan marah yang tersimpan, jengkel bila melihat sekitarnya ada yang tidak cocok di hati

Anak nakal = Orang tuanya sering marah/uring-uringan/emosi.

Anak laki-laki semua (susah mendapat anak perempuan) = Istri galak/pemarah, istri sangat dominan dalam rumah tangga

Anak perempuan semua (susah mendapat anak laki-laki) = Suami pemarah, sering terburu-buru, suami sangat dominan dalam rumah tangga

Anak, pengasaman pada ginjal = Pada saat hamil, ada masalah yang membuat jengkel dan tersimpan lama di hati

Anak radang otak = Orang tua menyimpan marah yang selalu terpikirkan

Anak rewel = Sebelum lahir anaknya, salah satu orang tuanya suka rewel di hati (jengkel dan diam)

Anak sering kejang-kejang (autis) = salah satu orang tua suka diam, bila ada masalah dipendam jadi jengkel

Anak sering diganggu makhluk lain (selalu ngajak pergi, tak bisa pulang) = Waktu hamil dibacakan surat Yusuf agar anaknya cakep (niat baca Al-Qur’an bukan karena Allah)

Anak sering kesurupan = Orang tua punya amalan salah, baca qur’an dengan niat duniawi dan sering ngelamun

Anak sering kejang (step) = Salah satu orang tua sering marah (emosi tinggi) tapi diam dan jengkel

Anak susah bangun dari duduk = Orang tua sering marah

Anak susah diatur, Suka menyendiri = Salah satu orang tua bila punya keinginan harus dituruti = Bila ada masalah suka ngambek

Anak (3,5 th) tidak bisa bicara = Saat hamil, orang tua suka diam bila ada masalah (dipendam) = Saat hamil, orang tua suka putus asa dalam menghadapi masalah

Anak tidak bisa diatur = Orang tua “semau gue”

Anak (sampai umur 10 th) tidak mau (menolak) makan nasi = Salah satu orang tua tidak pandai bersyukur, marah kalo disuruh bersyukur

Anak, toksoplasma & rubella = Salah satu orang tua sering berantem dengan orang tuanya atau berantem suami istri = Salah satu orang tua sering menyimpan jengkel = Salah satu orang tua bila dinasehati suka menolak

Anak tumor payudara = Kedua orang tua sering bertengkar

Anemia (kekurangan sel darah merah, Hb rendah) = Sering marah tersimpan (jengkel) pada pasangan atau pada orang tua hampir tiap hari

Anyangan (Kesemutan)= Apa yang diinginkan supaya tercapai.

Asam Urat = Prinsipnya tidak bisa diarahkan (kaku, tidak mau kurang lebih) = Susah dinasehati

Astma = Emosi tertekan dan tertutup

BAB berdarah = Emosi tinggi, cepat marah

BAB dan kencing panas = Jengkel karena punya keinginan yang kuat (ngotot) tetapi tidak kesampaian

BAB sering = Sering ngomel (dalam rumah tangga)

BAB tidak lancar = Sering menyimpan masalah, tidak diomongkan = Pendiam, tidak suka bicara, menyimpan jengkel

Badan panas, linu, gerah, ga bisa berdiri/berjalan = Amalan salah

Badan sakit-sakit (gejala stroke) = Suka tersinggung, suka jengkel (walau sedikit) dalam menghadapi pekerjaan

Batuk = cerewet, apa-apa dikomentari = Banyak omong, keras dan kasar

Batuk flu = Sering tidak peduli pada lingkungan

Bau badan = Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas

Bau mulut = Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak atau suka bikin tersinggung (menyakiti) orang

Benjolan di dekat telinga kiri = Suka jengkel bila mendengan sesuatu yang tidak cocok di hati (cepat tersinggung)

Benjolan di kaki = Punya keinginan kuat, kaku keras kepala

Benjolan di leher, Gondok = Jarang bicara, tapi sekali bicara pedas.

Benjolan di leher kiri = Banyak marah, kalo ngomong suka ngotot.

Benjolan di lutut = Sering jengkel bila nasehatnya tidak dituruti

Benjolan di pita suara = Sering mau menasehati pasangan tetapi tertahan tidak jadi ngomong, akhirnya jadi jengkel yang tersimpan

Benjolan di rahim = Sering jengkel pada suami atau ayah

Benjolan di telapak kaki = Jengkel yang disimpan sampai sekarang

Bisul di kepala = Ambisi tinggi dan dikerjakan.

Bisul di pantat = Ambisi tinggi tetapi tidak dikerjakan.

Bisul di perut bawah = Kalau ada keinginan sering ngotot (ambisi tinggi)

Bronkhitis, Batuk terus = Agak pendiam dan gampang tersinggung = Kalau marah diam saja

Dada panas = marah dipendam, tertekan

Dada sesak dan darah tinggi = Cenderung pendiam, cepat emosi, gampang tersinggung, marah tersimpan (jengkel)

Dada sesak dan panas = Amalan salah atau marah yang disimpan

Darah rendah = Banyak khawatir,pertimbangan, ragu-ragu dan tidak ada penyelesaian masalah, masalah sering didiamkan saja.

Darah tinggi (Hypertensi) = Emosi tinggi, tak mau kalah, cepat tersinggung = Suka terburu-buru dan sering jengkel = Sering jengkel dan geregetan = Suka ngomel

Dengkul & persendian sakit, asam urat = Punya keinginan yang kuat (ngotot) = Kaku dalam pekerjaan, ga bisa ditawar = Bila berdebat susah dikalahkan

Diabetes = Kalo punya keinginan, ngotot = Kalo menasehati orang, harus dituruti, bila tidak, marah dan jengkel = Kalo dinasehati orang, tidak mau menerima = Solusinya paling benar, suka ngatur.

Diabetes, Katarak & Glaukoma = Selalu menolak nasehat pasangan

Diabetes, Dada sesak, Telinga kiri agak tuli = Sering ngamuk pada suami/pasangan

Diare kronis = Gampang marah bila ada masalah di keluarga

Dinding rahim menebal = Tidak mau dengar nasehat/masukan orang

Demam / Demam berdarah = Pendiam dan gampang tersinggung

Flu/Filek = Sedikit-sedikit dipikir serius = Terlalu serius (penuh emosi) dalam memandang dan memikirkan sesuatu, jangan pernah menyalahkan cuaca, semuanya rahmat Allah

Gagal ginjal, Batu ginjal = Sering jengkel pada pasangan

Gatal / Kutu air di jari kaki kiri = Kalo melihat keluarga orang lain, suka mengkritik (kaki berhubungan dengan pekerjaan, kiri berhubungan dengan keluarga, jari berhubungan dengan kerapian)

Gatal pindah-pindah = Amalan salah

Ginjal = Tidak dapat membedakan mana yang baik (benar) mana yang buruk (salah), jengkel pada pasangan

Ginjal kanan bengkak, penyempitan saluran kencing (ureter) = Kalau ada masalah di keluarga (pada orang tua atau pasangan) sering jengkel tapi diam

Glaukoma = Menyimpan marah yang sangat kuat (jengkel sekali) pada pasangan, orang tua atau rekan kerja

Haid terus menerus = Dalam berbicara dengan suami atau anak meledak-ledak, kalau ada keinginan sering dipendam kalau dikeluarkan penuh emosi dan meledak-ledak

Halusinasi = Amalan salah, punya obsesi dan sering ngelamun

Hamil di luar kandungan = Istri dingin pada suami, kurang menyayangi suami, rasa sayang pada suami tidak nampak

Hamil, janin sungsang = Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel.

Hamil, ketuban pecah dini = Istri mempunyai rasa jengkel banget sama orang tuanya terutama ibunya = suaminya ada rasa marah sama bapaknya

Hati, ada benjolan= Bila dinasehati diam tapi menolak nasehat

Hati sakit = Susah menerima nasehat

Hematemesis, keluar darah di hidung dan telinga = Pendiam, suka ngelamun

Hepatitis = Suka mencari kesalahan orang lain = Suka dendam

Hernia = Emosi terpendam, keinginan yang salah, terlalu memaksakan = Keinginan tinggi tidak tercapai = Keinginan kuat, banyak diam

Herpes (penyakit kulit) = Kalau ada masalah di dalam keluarga mencari solusinya bercampur emosi (marah)

Indung telur bermasalah = Ada kesalahan pada ibu

Infeksi/radang saluran kencing = Kalau punya keinginan sering ngotot dan disertai emosi

Jantung sakit = Yakin terhadap prinsipnya.

Jantung bengkak = Sering menyombongkan diri = Egois, keinginan kuat = Menyimpan marah tapi diam

Jantung berdebar kuat = Menyimpan khawatir (takut) yang kuat, marah, atau putus asa

Jantung berdebar, susah tidur = sebelum tidur baca istighfar + do’a (astaghfirullahal adzim kalau jantung saya berdebar ini karena kesalahan saya sebelumnya ampuni saya yaa Allah)

Jantung bocor = Pendiam, bila marah sering tertahan dan meledak saat marahnya keluar = Suka ngejek, emosi dipendam = Marah yang kuat pada pasangan

Jantung koroner = Sering jengkel dan ngomel pada pasangan atau anak

Jantung, penyempitan pembuluh jantung, sesak napas = Menyimpan jengkel pada istri

Jantung, sesak di dada kiri = Sering marah sama istri

Jempol sakit = Suka memaksa dan menekan orang

Jerawatan = Kurang bersosialisasi dengan lingkungan

Jerawat di dahi/jidat = Ada sesuatu di pikiran yang tidak tersampaikan

Jari tangan kaku, tak bisa megang = Suka jengkel dan geregetan

Jodoh lambat = Sering meremehkan lawan jenis = Suka jengkel pada orang tua

Kaget/cepat kaget = Sering bingung

Kaki gajah = Punya keinginan, tetapi tidak dikerjakan (ragu-ragu).

Kaki patah = Suka putus asa, suka jengkel pada anak, diam (kesal)

Kaki kesemutan, telapak kaki kesemutan = Amalan salah

Kaki lumpuh tiba-tiba = Sering jengkel pada ayah/suami dan ngambek diam

Kaki sakit, telapak kaki sakit = Sering marah (dalam rumah tangga) = Sering merendahkan pasangan

Kaki sakit di telapak kanan, jinjit = Sering ragu-ragu

Kaki sakit, kesemutan = Amalan salah, pernah minta air ke dukun

Kaki/sendi sakit = Mau menang sendiri, suka ngotot

Kaki/lutut kanan sakit = Jengkel akibat punya keinginan yang kuat tentang suatu kebaikan yang disampaikan pada anggota keluarga, tetapi tidak direspon atau tak kesampaian

Kaki/lutut nyeri/sakit = Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah = Beberapa tahun sebelumnya, saat mengatur rumah tangga agak keras/kaku, tidak mau dengar pendapat anggota keluarga lainnya. Prinsipnya pantang ditentang, jadi jengkel

Kaku perut = tak mau mendengar

Kandungan (peranakan) turun = Punya keinginan kuat pada suami atau ayah atau anak, tetapi tidak bisa diutarakan = Nrimo dengan rasa putus asa dalam rumah tangga

Kanker di dada = Gampang tersinggung, bila ada masalah dengan pasangan tidak mau diomongkan (diselesaikan)

Kanker di kaki kiri = Sangat emosional, pemarah, sering jengkel dalam pekerjaan.

Kanker di ketiak = Sering jengkel dalam pekerjaan

Kanker gusi = Sering mendiamkan (tidak membicarakan / tidak menyelesaikan) masalah dan menyimpan jengkel

Kanker hati = Suka marah bila dinasehati

Kanker nasoparink, benjolan di leher, mimisan = Agak pendiam, sering jengkel pada orang tua atau pasangan bila merasakan sesuatu yang tidak cocok di hati

Kanker otak = Jengkel pada orang tua

Kanker payudara = Pendiam, masalah suka disimpan, jengkel yang lama = Sering marah-marah sama suami atau anak = Keinginan yang meledak-ledak = Bila punya keinginan sulit dbantah

Kanker rahim = Sering jengkel yang dipendam (diam) pada anak atau orang tua = Suka marah, merepet (ngomel)

Kanker servik = Sering ngomel sama anak atau suami

Kanker/tumor otak = Jengkel yang kuat sekali dan terus menerus pada pasangan

Kanker usus = Negeyel, semaunya sendiri, suka ngambek

Katalasia, sulit menelan = Kalo ada masalah suka diam = Suka membantah nasehat, merasa benar sendiri

Keguguran = Ada kejengkelan kepada Ibu atau pada suami sampai beberapa hari = Ada ketakutan yang sangat tinggi

Kejang-kejang = Jengkel yang dipikirkan dengan penuh emosi = Pikiran kurang baik

Keloid (penebalan kulit di bekas luka) = Keinginan tinggi, tetapi banyak ragu

Kencing tidak lancar = Kalau ada masalah tidak mau langsung mencari solusi, tapi didiamkan dulu 1-2 hari

Kepala belakang sakit = Sering jengkel dan marah (pada istri yang tidak mau menurut) = cepat emosi

Kepala belakang sakit, kaku di leher sampai tulang belakang = Jengkel pada pasangan, lalu uring-uringan pada pasangan

Kepala depan sakit = Berfikir yang bukan-bukan

Kepala kanan sakit = Sering menganggap salah pikiran orang lain, merasa benar sendiri = Sering marah

Kepala kiri pusing = Sering curiga, sering khawatir, negative thinking

Kepala samping sakit = Tidak mau mendengar pendapat orang

Kepala tengah sakit = Berfikir berhari-hari, menyimpan masalah yang selalu dipikirkan

Kepala migrain = Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking)

Kepala pusing (Vertigo) = Tidak fokus dalam diskusi, sukanya mengalihkan topik pembicaraan = Jengkel dan meremehkan terhadap pendapat atau pandangan orang lain = Suka marah = Tidak mau mendengar nasehat = Bila dinasehati pikirannya kemana-mana = Amalan salah

Kepala sakit dan sering mengigau = Bila ada masalah suka diam dan ngelamun

Kepala sakit seperti dipukul-pukul = Gangguan jin karena sering ngalamun = Kejengkelan yang dipikirkan terus, tidak diungkapkan, sering ngelamun

Kepala (semua) sakit = Keinginan yang kuat untuk mendapat sesuatu yang belum kesampaian = sering marah dan jengkel pada seseorang

Kepala sakit seperti ditusuk-tusuk jarum = Sering berprasangka buruk

Kejang = Marah yang disimpan, jengkel

Kencing perih = Sering marah walau diam (dipendam) pada pasangan

Keputihan = Sering ngomel pada suami

Keringat banyak = Sering terburu-buru dan khawatir

Keringat Dingin = Terlalu Santai

Keseleo = Ada perbuatan yang nyerempet ke hal yang tidak baik

Kesemutan di kepala sampai pundak = Suka ngelamun, bila ada masalah tidak dicari solusinya tetapi dipikir terus, akhirnya dimasuki jin di kepala

Kesurupan = Gangguan jin, bacakan istghfar aja di telinganya

Kista / Ngium = Jengkel pada suami atau orang tua

Kolesterol = Punya pendapat tak mau disanggah

Kulit melepuh (seperti) terbakar = Punya keinginan kuat/ngotot disertai emosi, bila tidak tercapai akan marah/jengkel

Kulit mengelupas = Amalan salah, memakai ilmu keselamatan diri

Kulit sensitif (bila digigit nyamuk sering menjadi borok) = Cepat tersinggung

Kurang darah merah = Gampang marah dan gampang tersinggung

Kram = Gangguan jin (amalan salah)

Lambung mengeras = Gampang tersinggung

Latah = Sebagian besar otak yang mengatur motorik dikuasai jin (diganggu jin)

Leher bengkak = Jengkel (diam) dan tidak mau mencari solusi dalam permasalahan

Leher dan belikat sakit = Sering marah pada orang lain dalam hal pekerjaan

Leukimia = Sering jengkel pada pasangan dan diam (disimpan lama)

Leher sakit = Suka berpaling = Menyimpan dendam = Sering marah dan jengkel

Leher (teroid) bengkak = Bila ngomong suka ngotot dan tidak sabaran

Lever = Suka mencari kesalahan orang lain = Suka dendam = Sering jengkel (diam), jarang senyum

Lever mengeras = Gampang tersinggung

Lidah bengkak = Tidak suka menerima nasehat

Limpa sakit/bengkak = Sulit menerima nasehat terutama dari pasangan dan anak

Limpa, Hati, Empedu sakit= Menyimpan jengkel (dongkol) yang kuat sekali

Lipoma, benjolan di kulit = Punya keinginan kuat, pendiam, kurang komunikasi

Lumpuh = Pemalas/malas = Sering merasa putus asa

Lutut sakit = Ada kekakuan (selalu ngotot) dalam rumah tangga

Maag, mual, muntah, perih = Suka ngeyel (membantah) = Sering marah dan menolak bila dinasehati pasangan = Gampang jengkel dalam keluarga = Tidak suka menerima nasehat orang lain terutama dalam keluarga

Mandul = Sering marah, jengkel dan menolak pada suami

Mandul, belum mau hamil, ada infeksi pada saluran indung telur = Jengkel pada ibu atau suami

Mandul, rahim sempit = Sering menutup diri dari ayah, tidak suka bicara pada ayah

Mandul, sperma encer = Suami sering mengobral janji

Mandul, sperma kepalanya terpotong/tidak normal = Bila memberi nasehat sering keluar jalur

Mandul, sperma kurang = Agak pendiam (tertutup), diajak bicara sering blank (ga nyambung)

Mandul, sperma lambat geraknya = Pendiam, kurang inisiatif, kurang ikhlas dalam pekerjaan di rumah tangga, takut sama istri

Mandul, susah punya anak = Kurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan (dingin) = Banyak diam, kurang inisiatif

Masuk angin = Suka ngomel, sering jengkel yang dipendam, marah kecil tapi sering

Mata bermasalah = Sering meremehkan nasehat dari istri

Mata berkabut = Suka tidak menghiraukan nasehat orang tua

Mata buta = Sering menganggap remeh (cuex) pada nasehat/pendapat orang lain

Mata gatal = Cepat bereaksi (geregetan) terhadap lingkungan yang tidak cocok dengan hati.

Mata berhubungan dengan keinginan yang kuat, mata kanan berhubungan dengan kebaikan, mata kiri berhubungan dengan keburukan. Kalau disertai emosi (marah) akan jadi mata merah dan panas/sakit

Mata kabur = Tidak suka dinasehati oleh orang tua

Mata kanan sakit = Jengkel, marah tapi diam bila melihat sesuatu yang tidak cocok

Mata katarak = Suka menolak nasehat orang, diam dan jengkel = Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat yang baik dari pasangannya

Mata, kelopak mata tutun/tertutup = Sulit atau tidak suka menerima nasehat orang lain

Mata, retina berair, pandangan kabur = Jengkel, diam dan sedih bila melihat sesuatu yang tidak cocok di hati = punya pandangan/prinsif yang keras

Mata terasa mengganjal = Sering jengkel bila melihat sesuatu hal yang tidak cocok di hati

Mata minus = Memandang sesuatu selalu serius

Mata plus = Kurang serius dalam menghadapi sesuatu masalah

Menggigil sesudah mandi, atau bila kena air = Sering jengkel pada suami dan anak = Amalan salah

Mens banyak = Suka membantah bila dinasehati

Muka kaku = Punya masalah, tak ada solusinya, jengkel dan suka melamun

Ngium di rahim = Sering jengkel, mau ngomong ga jadi

Osteoporosis = Suka ngotot bila punya keinginan, tidak peduli pendapat orang lain

Paha kram dan sakit = Sering jengkel pada pekerjaan di rumah

Parkinson = Sering terburu-buru dalam melakukan sesatu pekerjaan dan dibarengi dengan jengkel = Sering diam tapi geregetan

Paru-paru = merasa paling mampu, rasa bangga yang kuat,

Paru-paru ada cairan = Cepat tersinggung pada pasangan

Patah tulang kaki kiri = Emosional (cepat marah) dalam keluarga

Patah tulang kaki kanan = Sangat kaku/keras dalam keluarga

Patah tulang tangan = Sangat kaku/keras dalam pekerjaan

Payudara sakit = Jengkel pada suami

Pembuluh darah di otak tersumbat (pelupa) = Sering berprasangka, ada rasa takut, sering melamun, takut ngomong pada pasangan

Pendarahan rahim = Di rumah sering ngomel

Pendarahan seperti haid = Banyak yang ingin diutarakan/diomongkan (unek-unek) tetapi sering dipendam, apabila sudah keluar (diomongkan) susah berhenti ngomong

Pengapuran di lutut kiri = Punya keinginan ngotot dan sering marah di rumah tangga

Pengapuran & urat terjepit di pinggang = Sering jengkel pada pasangan

Penyakit kulit/kelamin = Punya keinginan yang kuat untuk disampaikan, setelah disampaikan, bila ada yang tidak cocok disikapi dengan diam dan jengkel.

Penyempitan jantung = Suka ngatur, kurang suka menerima

Penyempitan pembuluh darah = Menyimpan marah pada pasangan

Persendian kaki dan tangan kaku, sakit = Ada keputusasaan dan kejengkelan (tidak ikhlas) dalam pekerjaan (didiamkan)

Perut dan pinggang sakit = Jengkel dalam keluarga

Perut kanan sakit = Amalam salah

Perut membesar (asetas) = Sering marah dan jengkel dalam keluarga

Perut mual/muntah = Kalo dinasehati agak susah, suka membantah, menolak nasehat

Perut nyeri = Punya amalan-amalan atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalau tidak terpenuhi akan jengkel.

Perut panas = Suka ngomel

Perut panas/perih = Suka diam dan jengkel pada suami = Amalan salah atau sihir

Perut, sering diare, sering kentut = Sering ngomel atau ngomong yang tidak bermanfaat

Pinggang sakit = Jengkel yang tersimpan pada anggota keluarga (anak atau pasangan)

Pikun = Merasa yakin ilmunya paling benar (takabur)

Prostat sakit = Kalo punya keinginan selalu ngotot

Polip (hidung) = bila melihat lingkungan, ada yang tidak cocok, diam tidak diomongkan lalu jengkel

Psoriasis vulgaris (penebalan kulit) = Ada keinginan yang sangat kuat di hati tetapi belum teraplikasikan = Amalan salah

Punggung berat = Amalan salah

Punggung bagian bawah sakit = Sering marah/jengkel pada pasangan

Rahim bengkak/radang = Suka ngomel dan jengkel pada suami dan anak

Rambut rontok = Ada yang dipirkan terus dan belum dapat solusinya

Rematik (lutut) = sama anak-anak agak kaku (keras tapi bukan marah), anak harus selalu menurut perintahnya

Sakit gigi = Sering marah, geram

Sakit kuning = Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain

Sakit Perut = Cepat Emosi

Sakit perut bagian bawah (di bawah pusar) = Bila punya keinginan, sering batal dibicarakan dengan istri (biasanya karena istri galak) = Amalan salah (pernah mengikuti latihan pernapasan, napas ditarik lalu disimpan di perut)

Sakit waktu haid = Sulit diatur, tidak mau diatur

Saluran kencing radang = Sering mau ngomong sesuatu, lalu tidak jadi, unek-unek yangtersimpan menjadi jengkel

Santet/kena santet = Gampang marah, emosional

Sariawan = Suka ngomel, sering ngomong kasar

Sendi jari sakit = Jengkel, geregetan pada anggota keluarga

Serak = Punya sifat kurang terpuji, merasa mampu

Sering lupa rakaat shalat = Bila cerita suka memutar-mutar, tidak fokus

Sering kencing = Suka memendam dan mendiamkan keinginan.

Sesak nafas di atas = Emosi disimpan

Sesak nafas di dada = Emosi tertekan

Sesak nafas di ulu hati = Cepat putus asa

Sesak nafas, astma, tenggorokan, ulu hati = Keinginan yang kuat, sedikit gerak

Sesak napas = Jengkel pada pasangan bila ada masalah = Diam bila ada masalah (dipendam) = Cepat marah = Ada amalan salah

SGPT dan SGOT tinggi = Ada kekakuan (tidak bisa kurang lebih, tidak mau dinasehati)., kalau ditambah dengan emosi tinggi akan menjadi kanker hati atau syrosis

Sinusitis = Menahan beban pikiran = Suka memikirkan sesuatu yang tidak cocok di rumah tangga atau di lingkungan disertai kejengkelan = Jengkel (diam) pada pasangan

Stroke = Merasa mampu berdiri sendiri, pendiam, egois, emosi terlalu tinggi = Suka tersinggung lalu jengkel dan tersimpan lama = Jengkel yang kuat pada suami/istri/saudara, didiamkan (ga mau bicara/meraju/ngambek) berhari-hari

Stroke sebelah kanan = Suka marah dan menyimpan jengkel dalam hal pekerjaan atau di keluarga

Stroke sebelah kiri = Jengkel pada pasangan yang disimpan berhari-hari

Stroke ringan = Banyak kejengkelan yang terpendam, tidak bisa dikeluarkan pada pasangan

Susah tidur (Insomnia) = Ada kejengkelan yang dipikirkan terus menerus

Syaraf terjepit/menyempit di tulang belakang = Jengkel yang menjadi pikiran kepada anggota keluarga = Ada jengkel yang sangat kuat pada istri/suami/orang tua/saudara

Syaraf terjepit di kaki = Jengkel, diam, pada urusan keluarga

Syndrom baby blues, selalu sedih setelah melahirkan = Pada saat hamil punya masalah dengan suami tetapi tidak didiskusikan, hanya didiamkan dan disimpan

Syrosis, hati mengecil = Ego tinggi, marah tinggi, kaku, tidak mau menerima nasehat orang = Gampang tersinggung = Suka dendam

Tangan dan kaki keringatan = Sering ragu, tidak percaya diri = Kalo punya keinginan selalu ngotot

Tangan kanan kebas = Sering jengkel dan putus asa dalam pekerjaan

Tangan kanan sakit = Ada kejengkelan dalam pekerjaan

Tangan kanan tak bisa diangkat = Jengkel bila nasehatnya (tentang kebaikan) kepada orang lain tidak diikuti

Tangan kesemutan dan kebas = Sering marah dan jengkel pada anak dan pasangan

Tangan kiri (telapak tangan) sakit dan gatal = Sering jengkel bila melihat kelakuan pasangan atau orang tua

Tangan sakit = Merasa mampu (takabur) dalam menangani masalah

Tangan sakit berpindah-pindah = Amalan salah

TBC usus = Gampang marah bila ada masalah di keluarga

Telinga kanan sakit/agak tuli = Marah bila dinasehati = Diam dan jengkel bila dinasehati

Telinga kanan/kiri mendengung = Jengkel pada pasangan sehingga tidak mau mendengarkan nasehat pasangannya = Kalo dinasehati oleh pasangan sering diam, jengkel dan ngambek

Telinga kiri agak tuli = Gampang marah dan tersinggung bila mendengar sesuatu yang tidak cocok

Telinga mendengung = Cepat jengkel bila melihat sesuatu yang kurang baik

Telinga mendengung, pusing, penyempitan pembuluh darah otak = Bicara ga nyambung, suka mengalihkan topik pembicaraan

Telinga tuli = Sering membantah bila diberi masukan atau nasehat

Tenggorokan gatal = Suka bicara (cerewet) dan suka berkomentar bila dinasehati

Tenggorokan sakit/radang = Sering marah dengan suara keras/kasar = Sering mau ngomong sesuatu, lalu tidak jadi, unek-unek yangtersimpan menjadi jengkel

Tiroiditis (radang pada kelenjar tiroid) = Suka bicara menggebu/ngotot terutama dengan pasangan (suami/istri)

Tulang belakang cedera, sehingga lumpuh = Sering jengkel pada orang tua

Tumor = Ngeyel (membantah), meremehkan orang, jengkel yang kuat (sangat jengkel)

Tumor di bahu kanan = Sering jengkel dalam pekerjaan

Tumor di dubur = Jengkel yang kuat pada pasangan dan tidak mau mendiskusikannya masalahnya

Tumor di gusi = Bila marah, diam dan dipendam

Tumor di hidung = Bila melihat sesuati di lingkungan (keluarga/pekerjaan) ada yang tidak cocok, jengkel, marah tapi diam

Tumor di leher = Marah/jengkel yang tersimpan pada pasangan

Tumor di lutut = Jengkel dengan orang tua (ibu)

Tumor di kepala, sakit kepala bagian depan dan atas = Sering jengkel bila lihat seseorang atau sesuatu yang tidak disukai

Tumor di kepala kiri = Jengkel pada pasangan, ga bisa diomongkan dan didiamkan lama bulanan sampai tahunan

Tumor di otak kiri = Diam tapi menyimpan jengkel

Tumor di otak kanan = Suka merasa benar sendiri

Tumor di telinga kanan = Kejengkelan pada pasangan atau orang tua yang disimpan dan didiamkan

Tumor di paru-paru = Sering menyimpan amarah menjadi jengkel

Tumor di rahim = Sering jengkel pada ayah atau pada suami

Tumor di usus besar = Emosi, marah dan jengkel dalam keluarga

Tumor, kejang = Jengkel yang tersimpan dan jadi pikiran pada suami/istri/orang dekat

Tumor kelenjar getah bening = Kalau ngomong pada pasangan sering ngotot = Sering mau ngomong (marah) tapi tertahan dan tidak jadi dikeluarkan

Tumor ovarium = Punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami

Tumor pankreas = Terlalu pendiam, punya keinginan (untuk memiliki sesuatu) yang kuat, tidak diomongkan, disimpan lama 1-2 tahun

Tumor payudara kanan = Jengkel yang dipendam karena suatu kebaikan yang disampaikan ke suami tidak direspon dengan baik

Typus = Sering marah atau menyimpan jengkel yang kuat pada seseorang

Ulu hati sakit = Gampang tersinggung

Usus buntu, perut bengkak = Punya masalah (terutama dengan saudara), tak ada solusi, tersimpan menjadi jengkel

Usus lengket = Suka diam, tidak mau memberi solusi pada permasalahan orang lain spt anak

Usus 12 jari lengket = Bila punya masalah cenderung diam, tidak mau mendiskusikan untuk menyelesaikannya

Varises lambung (blooding) = Jengkel dan diam penuh emosi dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga (pada pasangan atau anak)

Vena Tersumbat = Emosi Terpendam

Vertigo dan kaki lemas = Sering tidak mentaati nasehat, terutama orang tua

Yang paling penting sesudah tahu penyebab penyakit yang diderita adalah :

1. Mengakui secara ikhlas bahwa kita pernah berlaku salah sehingga Allah memberi teguran lewat penyakit,
2. Berjanji demi Allah tidak akan mengulangi perbuatan salah tersebut,
3. Selalu mendirikan shalat 5 waktu dan rajin-rajin tahajjud,
4. Banyak-banyak istighfar kepada Allah minta diampuni atas segala kesalahan tersebut dan kemudian berdo’a minta disembuhkan dari penyakit tersebut.

Yang dimaksud dengan amalan salah antara lain pergi ke dukun atau suka mengamalkan sesuatu tanpa syariat yang benar, misalnya membaca sesuatu (mantra, zikir atau ayat Qur’an) dengan maksud mendapat sesuatu yang duniawi, misalnya keselamatan, kesehatan atau rezeki, bukan lillahi taa’la.

Banyak-banyaklah berzikir dan baca Al-Quran dengan niat hanya untuk mendekatkan diri pada Allah. Kalau menginginkan keselamatan, kesehatan, rezeki atau yang lainnya, mintalah lewat do’a hanya kepada Allah.

Sumber:

Kamis, 24 Januari 2013

Siksa Api Neraka Yang Paling Ringan

Jangan sampai jadi bara api Neraka
Mungkin sudah banyak beredar tentang siksa neraka paling ringan, tetapi penulis menjumpai tidak sampai lengkap ditulis/ diberitakan sehingga mungkin kebanyakan orang tidak ‘tersentak’ hatinya. Umumnya yang sering terdengar adalah hadits berikut:
“Azab yang paling ringan di neraka pada hari kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak kakinya yang dapat merebus otak.” (HR. Tirmidzi)

Padahal, dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim ada matan yang lebih lengkap. Berikut hadits yang amat mengerikan tersebut selengkapnya:
Nabi saw. bersabda: "Sesungguhnya seringan-ringannya siksa ahli neraka, yaitu orang yang dikenakan pada dirinya sepasang sandal (batu) dari api. Maka OTAKNYA MENDIDIH sebab dari sepasang sandal (batu itu), seperti mendidihnya air dalam panci dan "semua tetangganya mendengarnya", GIGI GERAHAMNYA MENJADI BARA API dan KEDUA BIBIRNYA MENJADI BARA API, kobaran api keluar DARI DALAM PERUT dan KEDUA TELAPAK KAKINYA. Sedang dia benar-benar mengetahui (meyakini) bahwa DIRINYALAH YANG PALING PEDIH SIKSANYA diantara ahli neraka yang lain. PADAHAL itu adalah SERINGAN-RINGANNYA SIKSA bagi ahli neraka".

Seperti itu adalah siksa yang PALING RINGAN! Kepedihannya sudah terlalu meyakitkan. Masih lagi ditambah bahwa ia berpikir itu siksa paling pedih! PADAHAL kenyataan justru sebaliknya! Sehingga tiap-tiap penghuni neraka sepertinya merasa sangat sangat sakit dan paling perih azabnya. Itu namanya SIKSA DI ATAS SIKSA! Dalam Q.S. An-Nahl ayat 88 disebut sebagai 'adzaaban fauqal 'adzaab (siksaan di atas siksaan).

 Apakah perbandingan 1 hari di hari akhir sama dengan 1000 tahun di dunia tidak membuat kita berfikir sejenak?

”Dan sesungguhnya satu hari (menurut perhitungan) Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun menurut perkiraanmu”. [Surat al-Haj ayat 47]

Hidup kita di dunia ini tidak lama. Coba kita hitung rasio hari dunia dan akhirat,
1 hari akhirat = 1.000 tahun dunia menurut perkiraan kita

Satu tahun di dunia biasa 365 hari. Coba kita darabkan. 1000 x 365 = 365.000 hari
Bermakna satu hari akhirat = 365.000 hari dunia

Coba kita andaikan, jika 1 hari akhirat juga ada 24 jam. Berarti,setiap jam akhirat adalah – 1000 tahun / 24 = 41.7 tahun dunia.
Maka, janganlah sedetikpun kita berharap untuk disiksa di Neraka

Murka Allah tidak sampai di situ saja! Sabda Rasul bahwa “Tiap-tiap penghuni neraka mempunyai 70 KULIT, dari kulit yang satu ke kulit yang lain terdapat 7 LAPIS dari api neraka”. Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa “ketebalan kulitnya sejarak 3 hari perjalanan”. Artinya, begitu lebar dan banyak lapisan kulitnya menjadikan siksa semakin terasa mematikan. Firman Allah dalam Q.S. Thaahaa: 74 dan juga sabda Rasul bahwa ia hilang akal, tidak mati (mereka ingin mati tapi tidak bisa), tidak pula hidup.

Sangat pedih, murka Allah pun tidak sampai di situ saja. Setiap 70 KULIT itu luluh, akan diganti dengan 70 KULIT yang akan terus disiksa. “... Setiap kali kulit mereka hangus, KAMI GANTI kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka (benar-benar) merasakan AZAB ...” (Q.S. An-Nisaa’: 56). Itu namanya ‘siksa yang berlipat-lipat’.

Hanya ada teriakan, rintihan, jeritan, dan tangisan sangat keras. Dan setiap kali meminta diringankan azab karena terlalu pedihnya, justru semakin DITAMBAHKAN LAGI siksa dan azabnya. “Karena itu rasakanlah! Dan Kami sekali-kali tidak akan MENAMBAH kepada kamu selain daripada azab.” (Q.S. An Naba: 30)

Syaikh Mahir Ahmad Ash Shuufiy dalam bukunya An-Naaru Ahwaaluhaa Wa 'Adzaabuhaa (buku terjemahan: ‘Misteri Kedahsyatan Neraka’) menyatakan bahwa firman Allah tersebut, maksudnya, bahwa siksa neraka senantiasa ditambahkan, tidak pernah berhenti dan tidak pernah dikurangi. Para ahli tafsir berkata, "Di dalam Al-Quran TIDAK ada bagi penduduk neraka, AYAT YANG LEBIH PEDIH dari ayat ini. Setiap meminta pertolongan dari satu jenis siksaan, mereka ditolong dengan siksaan lain yang lebih pedih dari sebelumnya." (Tafsir Al-Qurthubi).
 
Selain siksa, nyala Jahannam pun ditambahkan lagi:
“Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (Q.S. Al Isra: 97)

Sehingga berakhir pada suatu kesimpulan bahwa siksa Allah adalah SIKSA DI ATAS SIKSA; siksa yang berlipat-lipat! Yang masih DILIPATGANDAKAN 70 KALI, dan ini berlangsung terus-menerus (bisa berabad-abad sampai jutaan tahun) sampai seseorang ‘diangkat’ dan dimasukkan ke surga (jika ia orang ‘beriman’ TETAPI terlampau banyak dosanya; untuk melebur dosanya itu). Inilah SIKSA PALING RINGAN! Lalu bagaimana dengan siksa yang lebih berat? (dalam 1 tingkatan neraka), dan akan SEPARAH APA LAGI jika tingkatan nerakanya semakin bawah (untuk orang kafir)?

Penggalan sebuah hadits dari Anas bin Malik:
“Api neraka itu ada 7 pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'
Nabi saw. bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'
Jawab Malaikat Jibril: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70.000 TAHUN, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 KALI LIPAT.' (yang lebih bawah lebih panas) ....”

“Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah SANGAT DAHSYATNYA.” (Al-Buruj 12)
“… lalu Allah menyiksa mereka dengan SIKSAAN YANG SANGAT KERAS.” (Al-Haqqah 10)
“... dan ketahuilah bahwa Allah SANGAT KERAS SIKSAAN-NYA.” (Al-Baqarah 196)

Dari artikel di atas sudah sepatutnya kita takut atas siksa Allah Ta'ala, janganlah kita sampai ikut tersiksa Azab-Nya apa lagi menjadi bara api Neraka, jauhi riba', jangan memakan harta anak yatim dan jauhi semua laranganNya.. Insya Allah jika kita berpegang teguh pada syariat Islam ini kita selamat dari siksa api Neraka.. Aamiiiin..

Sumber:

Rabu, 23 Januari 2013

Mukjizat Ilmiah Tentang Menangis Karena Takut Kepada Allah

Menangislah karena takut Allah..
MENGAPA kadang-kadang kita menangis, dan siapa yang menetapkan fitrah (insting) ini kepada kita, yakni fitrah menangis? Seorang bayi sejak pertama terlahir ke dunia kita melihatnya menangis, dan seseorang yang sangat senang kita juga mendapatinya menangis. Maka menangis adalah insting Allah ciptakan (tanamkan) pada diri manusia, dan kebanyakan orang-orang ateis meyakini bahwa menangis tidak ada faidahnya (manfaatnya). Akan tetapi datang beberapa penelitian untuk membuktikan kebalikan dari keyakina orang-orang atis tersebut. Dan juga kita menemukan bahwasanya al-Quran menyebutkan bahwa menangis adalah sifat yang baik, namun dengan syarat bahwasanya menangis tersebut dikarenakan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan kami memperhatikan pada hari-hari ini bahwa beberapa peneliti kejiwaan melontarkan ide “Pengobatan Dengan Menangis”!!

Seperti dilansir dari situs Al-Sofwa, sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti AS dan Belanda memberikan faidah bahwa kebanyakan orang merasakan bertambah baiknya suasana hati setelah menangis, dan pada saat yang sama hanya satu orang dari sepuluh yang keadaanya memburuk setelah itu (setelah menangis).

Dan para ahli kejiwaan dari University of South Florida, AS dan Universitas Tilburg, Belanda menemukan bahwa orang-orang yang menangis dan mengeluarkan air matanya merasakan bertambah baiknya suasana hati mereka.

Sebaliknya, tercatat bahwa sekitar sepertiga dari 3000 orang yang mengikuti studi penelitian tersebut, suasana hati mereka tidak membaik setelah menangis. Studi ini, yang hasilnya dipublikasikan dalam American Journal of Psychology mengaitkan antara manfaat menangis, dengan tempat dan waktu menangis tersebut. Studi ini melihat bahwa menangis memberikan efek menenangkan, seperti pernapasan yang menjadi lambat, sehingga hal tersebut memberikan kontribusi untuk mengurangi jumlah denyut jantung. Para peneliti memperkirakan bahwa hal inilah sebab mengapa manusia mengingat sisi terang dari menangis dan melewatkan perasaan tegang.

Para peneliti melakukan penelitian (pengkajian) tangisan di laboratorium, dan ternyata mereka menemukan bahwa kebanyakan hasilnya adalah perasaan yang buruk. Maka mereka pun menguatkan bahwa sebabnya adalah keadaan tegang, imajinasi dan pemantauan. Dan itulah hal-hal yang menimbulkan perasaan-perasaan negatif yang menghambat manfaat-manfaat positif yang berkaitan dengan menangis.

Berita ilmiah ini menguatkan apa yang ada dalam penelitian sebelumnya, tentang manfaat-manfaat menangis yang dirasakan oleh para peneliti di bidang psikologi. Namun para peneliti tersebut tidak mengetahui cara menangis yang benar dan efektif!

Menangis terkadang dapat menjadi obat untuk banyak penyakit, akan tetapi dengan syarat bahwa tangisan tersebut disebabkan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan itulah yang dikabarkan Al-Quran kepada kami, dengan firman-Nya ketika menceritakan tentang orang-orang beriman yang khusyu’ yang hati mereka merasakan pengaruh dari firman Allah, apa reaksi mereka? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:

(وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا) [الإسراء: 109].

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Israa’: 109)

Lihatlah bagaimana penjelasan Ilahi ini menghubungkan/mengaitkan antara menangis dengan khusyu’? Maka keduanya adalah cara yang bagus untuk mengobati penyakit-penyakit mental.

Menangis disebabkan rasa takut kepada Allah menambah kekhusyu’an dan ketakutan kepada Allah pada diri seorang yang beriman, dan membuatnya lupa terhadap kesedihan, dan kekhawatirannya, mengapa? Karena orang yang terpengaruhi oleh firman Allah dan membayangkan kengerian-kengerian hari Kiamat, serta mengingat-ingat kebesaran Sang Pencipta, niscaya akan berkurang masalah-masalah dan kesedihan-kesedihan di hadapannya, seberapapun ukuran atau jenisnya. ٍٍٍٍSehingga ia lupa akan masalahnya. Dan ini adalah langkah pertama dalam proses penyembuhpan masalah apapun, yaitu dengan melihat masalah ini sebagai sesuatu yang sepele dan bisa dipecahkan, sehingga dengan demikian ia akan mudah diselesaikan. Dan ini ditegaskan oleh psikolog dan program neuro-linguistic tentang pemecahan masalah-masalah dan kesulitan.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tengan “menangis” di beberapa tempat di dalam al-Qur’an. Dan Dia menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sebagai indikasi kejujuran seorang mukmin dalam takutnya kepada Sang Pencipta, Yang Mahakuasa. Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ * وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ * وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ * فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا) [النجم: 59- 62].

” Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini. Dan kamu mentertawakan dan tidak menangi. Sedang kamu melengahkan(nya) Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS. An-Najm: 59-62)
Maka dalam nash al-Quran ini, Dia memerintahkan kita untuk menangis disebabkan takut kepada Allah, dan agar kita menjauhi kesia-siaan serta menjauh banyak tertawa. Dan hal itu tidak menghalangi kita dari tersenyum yang ia juga termasuk obat (untuk mengobati kesedihan dan masalah, ed).

Dan sebagai penutup, wahai saudaraku tercinta:

” Sesungguhnya menangis, ,khusyu’, dan do’a adalah resep yang bagus untuk mengobati ketegangan jiwa. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menjadikan kita termasuk di antara golongan yang Allah berfirman tentang mereka:

(إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ) [الأنبياء: 90]

” …Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.”
(QS. Al-Anbiyaa’: 90)

Dan betapa butuhnya kita di zaman ini terhadap do’a, kekhusyu’an, dan tangisan yang disebabkan karena rasa takut kepada Allah. Semoga Allah melepaskan kesedihan-kesedihan kita dan memberikan kesabaran kepada kita, karena tidak ada pemberiaan dari Allah yang lebih luas dibandingkan kesabaran, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Pz/Islampos)

Sumber:

Foto-foto Nyata Yang Lucu Dan Sulit Dipercaya (Bukan Editan)

Kembali di galeri Foto2 Unik dan Lucu buat sobat nomor2.. Langsung saja!
Check It Out !!

Burung bersarang di lampu lalin

Kucing maksa makan ikan lele besar

Monyet lagi galau meluk ayam ^^

Apa kamu brani??

Waduh, dikerjai sama temennya..

Ya Allah, Awas jatuh dek..

Big Fat kucing piaraannya

Awas diangkat anjing laut gedhe..

Waduh tidur,, gak takut jatuh pak?

Ariel Parto akhirnya duet dengan Ariel beneran di HUT Transcorp
Nasi goreng selimut?? Hmmm Nyummy.. (sayang juga kalo dimakan)

Kopi Cappuccino art look... nyeni bgt nih... ^^

Gimana hasilnya sob?? Kalo kurang jelas klik aja gambarnya!
Sumber:
search google and fb

Senin, 21 Januari 2013

Kisah Pemuda Yang Menikahi Wanita “Buta, Tuli, Bisu dan Lumpuh”

Istri sholeh buah ketaqwa'an..
Muslimahzone.com- Seorang lelaki yang soleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berfikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lazat itu, akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahawa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat izin pemiliknya.

Maka ia segera pergi kedalam kebun buah-buahan itu hendak menemui pemiliknya agar meninta dihalalkan buah yang telah dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata, “Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan menjaga dan mengurus kebunnya”.

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah ku makan ini.”Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam”.

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku kerana tanpa izin pemiliknya. Bukankah Rasulullah s.a.w. sudah memperingatkan kita melalui sabdanya: “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata,” Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Kerana itu mahukah tuan menghalalkan apa yang sudah ku makan itu?”

Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak boleh menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu kerana takut ia tidak dapat memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !”

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah kerana hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu?”

Tetapi pemilik kebun itu tidak mempedulikan pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh!”

Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berfikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak boleh menghalalkan apa yang telah kau makan !”

Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkahwinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya kerana aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.

Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkahwinan selesai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui isterinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berfikir akan tetap mengucapkan salam walaupun isterinya tuli dan bisu, kerana bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu”alaikum…”

Tak disangka sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi isterinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu , dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut kerana wanita yang kini menjadi isterinya itu menyambut uluran tangannya.

Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahawa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berfikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan yang sebenarnya ?

Setelah Tsabit duduk di samping isterinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahawa engkau buta. Mengapa?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, kerana aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahawa engkau tuli, mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, kerana aku tidak pernah mahu mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah.

Ayahku juga mengatakan kepadamu bahawa aku bisu dan lumpuh, bukan?” Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan isterinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu kerana dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh kerana kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang boleh menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapatkan isteri yang ternyata amat soleh dan wanita yang memelihara dirinya. Dengan bangga ia berkata tentang isterinya, “Ketika kulihat wajahnya… Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.

Tsabit dan isterinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikurniakan seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia, Beliau adalah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.

Sumber: