Jumat, 25 Januari 2013

Makna Syukur Yang Sebenarnya

Alhamdulillah.. Ya Allah..
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh,

Sobat nomor2 kali ini admin sedikir mengulas hal tentang bersyukur kepada Allah. Barangkali diantara kita ada yang belum mengetahui makna bersyukur  dan bagaimana caranya. Saat admin mengikuti suatu kajian ustad pernah mengatakan bahwa bersyukur itu tidak sekedar berucap Alhamdulillah namun bersyukur juga berarti menggunakan nikmat yang Allah berikan kepada kita untuk mengharapkan ridhoNya. Misalnya :
  1. Kita diberi-Nya rizki mempunyai motor, kita gunakan motor itu untuk mendatangi kajian atau sholat di Masjid
  2. Kita diberi-Nya rizki berupa kesehatan dan badan yg kuat, kita gunakan untuk beramal sholeh, bangun dan sholat malamlah setiap hari.
  3. Kita diberi-Nnya rizki berupa uang, kita infaqkan walaupun uang itu penting untuk keperluan lain, belilah kitab-kitab Al-Qur'an dan Hadist untuk belajar.
  4. dan lain sebagainya.
Pernahkah saudara menerima bantuan dari seorang sahabat atau orang lain? Pasti pernah bukan?  Hendaknya selepas itu kita bersyukur dengan cara mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut. Lazim kita mengucapkan Jazakumullah khoiron/ Jazakillah/ Barokallahufikum/ terima kasih/ thanks/ "matur suwun" (bahasa jawa) juga tidak apa-apa. Karena sesungguhnya hal-hal itu merupakan bentuk rasa syukur kita walaupun sedikit. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).

Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak sedangkan rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbesit dalam hati.

Padahal Rasulullah saja bersyukur denga melakukan sholat malam (tahajud) sampai kakinya bengkak-bengkak.
Aisyah r.a. berkata: Adalah nabi SAW. bangun sholat malam hingga merekah kakinya, maka saya tegur Mengapakah berbuat demikian padahal Allah telah mengampunkan bagimu dosa yang telah lalu dan yang akan datang? Jawab Nabi: Tidakkah sudah selayaknya saya menjadi hamba yag bersyukur (terima kasih) kepada-Nya (Muttafaqun Alaihi)

Kita ambil 1 contoh, disaat kita hidup di dunia dan dilanda kesedihan karena terjadi sesuatu atau terlupa karena terlalu bersenang-senang menikmati indahnya dunia kita tidak sadar bahwa Allah senantiasa memberikan nikmat bernafas. Ya, bernafas, mungkin kita bisa tidak bernafas selama beberama detik atau menit, tapi bisakah selama satu jam? Pernahkah kita menghitung berapa juta/ milyar/ triliyun kita dapat menghirup oksigen berkali-kali dengan GRATIS? Tentu tidak bukan? Mari kita hitung bersama-sama jika dibandingkan alat bantu nafas berikut ini:

Alat bantu nafas Oxycan
Kita ambil harga 1 botol Rp. 21.500,- (tentunya setiap tahun harganya naik) cara pakai sbb:
    - hirup selama 2 detik
    - 75 kali pemakaian habis
    - total 1 tabung habis dalam waktu (2 detik X 75) = 150 detik = 2,5 menit

1 jam (24 tabung x 2,5 menit)= 24xRp. 21.500,-   = Rp.516.000,-
1 hari (24 jam) = 24 x Rp. 516.000,- = Rp. 12.384.000,-
1 tahun (360 hari) = 360 x Rp. 12,384.000,-   = Rp. 4,484.240.000,-

Bila kita bandingkan dengan usia kita berarti:
Usia kita jika dikali Oxycan selama 1 tahun
Masya Allah, Alhamdulillahirobbilalamiin..
Sudah beratus-ratus milyar Allah memberikan nikmatnya secara gratis kepada kita. Jika diuangkan mampukah kita membayar nikmat Allah tersebut dengan nilai yang tertera di atas? Sungguh tak ternilai harganya jika dibandingkan dengan nikmat-nikmat lain yang Allah berikan pula. Sungguh sangat sangat wajib kita bersyukur atas karunia nikmat yang Dia berikan. Selain itu ada dua nikmat seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Kesimpulannya, kita gunakan nikmat kita, waktu kita, jiwa raga kita untuk selalu bersyukur dengan melakukan amalan-amalan baik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan kita senantiasa berdoa supaya senantiasa diingatkan agar menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur...

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sumber:
Kajian ustad
Kajian SKI

3 komentar:

  1. kadang emang yg paling dekat, tak sadar u/ disyukuri.
    bak kata istilah; gajah di pelupuk mata tak tampak, tapi semut diseberang lautan jelas nampaknya.
    hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow bener dah, nikmat yg kecil kadang orang tak sadar..

      Hapus

Terima kasih atas komentarnya:
1. Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung
2. Jangan pakai link aktif/ spam
3. Iklan boleh, tapi 1 kali saja :)