Minggu, 15 September 2013

Salahkah Menikah Sangat Muda?

Diceritakan oleh Ubaid bin Ismail, diceritakan oleh Abu Usamah dari Hisyam dari Ayahnya berkata, ”Khodijah ra telah meninggal dunia tiga tahun sebelum Rasulullah saw berhijrah ke Madinah. Kemudian beliau saw berdiam diri dua tahun atau seperti masa itu. Beliau saw menikah dengan Aisyah ra pada usia 6 tahun. Dan Rasulullah saw menggaulinya pada saat Aisyah berusia 9 tahun” (HR. Bukhori).

Hamil muda?
Beberapa hari yang lalu muncul berita menghebohkan tentang gadis cilik berumur 8 tahun di Yaman yang meninggal akibat pendarahan internal saat berhubungan pada malam pertamanya. Suami gadis tersebut berusia 40 tahun. Berita itu sontak menuai pendapat yang beragam dari warga internet. Ada yang mengecam pernikahan muda itu dan ada pula yang menganggap kejadian itu adalah hal yang kebetulan saja.

Memang kesiapan untuk orang yang mau menikah itu berbeda-beda, di Yaman sekitar 15% gadis berumur dibawah 15 tahun sudah dinikahkan. Begitupun di Indonesia, ada daerah-daerah tertentu yang membiasakan warganya untuk menikah muda. Rata-rata gadis yang menikah muda di Yaman karena faktor ekonomi, misalnya ada orang kaya yang "mengambil" gadis belia untuk dijadikan istrinya.

Lantas dengan peristiwa ini masih banyakkah masyarakat yang mengecam atau phobia tentang menikah muda? Kita harus lebih bijak menyikapinya, Rasul saja juga pernah menikah muda (lihat hadits di atas). Kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain tentang menikah muda atau tidak. Namun kita hanya bisa mengarahkan orang yang terdekat jika memilih menikah muda, yaitu mendukung mereka jika memang siap secara jasmani maupun rohani ataupun  memberi saran yang bertolak belakang jika pernikahan itu membawa mudhorot karena alasan tertentu (misalnya paksaan atau lainnya).

Bisa jadi kejadian di atas memang peristiwa yang langka. Adapun ibu termuda yang tercatat dalam sejarah berumur 5 tahun. Toh 5 tahun juga bisa mempunyai anak kan? (tidak meninggal pada malam pertama). Ini semua terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa. Wallahu’alam bissawab

sumber:
Comments
24 Comments

24 komentar:

  1. semuanya kembali ke jalan Islam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Bagaimana orang menyikapi dan mengarahkan ke yang benar, nice post mas bro.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bro, itulah sumber hukum kita.. makasih

      Hapus
  2. menikah muda itu apabila mencontoh dari rasul....rasul menikahi istrinya saat usia istrinya baru 6 tahun, dan menggaulinya setelah usianya 9 tahun, apa yang dapat kita petik dari kisah ini, adalah bahwa wanita itu harus siap secara batiniah dan fisik sebelum bisa melayani suaminya....dan setiap wanita ber-beda2 masa perkembangan fisik serta batiniahnya, ada yang cepat dewasa, dan ada juga yang butuh waktu lama untuk dewasa, menyikapi gadis 8 tahun di Yamanm yang meninggal setelah digauli suaminya, perlulah kita telusuri..apakah gadis itu memang sudah siap secara fisik dan batin untuk melayani suaminya atau tidak......salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju, pokok'e mas hari pualing top deh.

      Hapus
    2. @ Mas Hariyanto: benar mas, sesuai hadits Nabi itu kan.. mungkin saja dia belum siap ya..

      @Kolongtulis: Oke Makasih komentarnya Gan.

      @Huda: Sama mas bro, makasih juga..

      Hapus
  3. kembali lagi ke mental si wanita,usia yg terlalu muda emosi masih labil,pertimbangan hal2 yg dilakukan masih bnyk yg blm matang,intinya klo usia segitu bsa dibilang wanita blm siap menikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya itu masih sangat muda sekali ya Sob.. spertinya jasmani memang belum siap

      Hapus
  4. hanya karena fisik sudah siap bukan berarti mental juga siap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Elsa, dua-duanya itu penting sekali..

      Hapus
  5. setuju dengan komentar mba elsa...

    Agama dan financial juga perlu diperhitungkan, juga kematangan dalam memimpin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp Mas Bro,

      agama adalah yang utama bagi setiap muslim ya..

      Hapus
  6. waw, lima tahun udah punyak anak??
    hmm, kalau menikah muda sih mungkin tergantung pada kesiapan calon itu sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, coba di cek di goole bro, makasih atas opininya..

      Hapus
  7. umur 8 tahun di belahan dunia A bisa berbeda dengan belahan dunia B. Bisa jadi yang di belahan dunia A fisiknya juauh berkembang dan dikategorikan sebagai wanita yang siap untuk menikah, sementara yang lainnya masih anak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh bisa juga sperti itu ya Bro, makasih atas analisanya..

      Hapus
  8. duh masa sih 8 tahun? kejam bgd!! belum tentu juga nih bocah sudah Baligh. biasanya usia Balig kan diatas 9tahunanlah..

    naudzubillahi mindzalik. Ibuku aja gak rela aku nikah usia dini. hehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, mungkin belum baligh asal kawinin aja tuh Om-Om..

      apalagi mbaknya sendiri pasti gak rela.. ^^

      Hapus
  9. saya pribadi menolak dengan keras nikah muda

    BalasHapus
  10. Nurul membaca berita tentang ini....banyak yang perlu diteliti sebelum berani komen. Untuk memujuk hati ini, Nurul memikirkan yang anak berusia 8tahun ini pasti sedang bahagia bermain-main di taman Syurga sekarang ini. In Shaa Allah, Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye ni famous di internet..
      InsyaAllah ya CIk Nur.. Aamiiiin

      Hapus
  11. nikah muda? enak lo ^^v
    kalo aku pilih yg selevel, baik usia, pemikiran, dll supaya 1 tujuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh begitu ya Mas, boleh deh, selera orang beda2 to..

      Hapus

Terima kasih atas komentarnya:
1. Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung
2. Jangan pakai link aktif/ spam
3. Iklan boleh, tapi 1 kali saja :)

>> Add FB Admin