Selasa, 30 Oktober 2012

Motivasi : Korea Aja Bisa, Apalagi Indonesia

Koh Young Hun (Kanan) saat seminar di Indonesia
-Oleh Koh Young Hun-
Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.

Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.

Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.

Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.

Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea
Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.

Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, “sikap rajin bekerja“. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.

Kedua, “sikap hemat“, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, “sikap self-help“, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, “kooperasi atau kerja sama”, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.

Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. “Rajin pangkal pandai…” dan “sedikit bicara banyak kerja” adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.

Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.

Burung garuda
Lambang negara kita
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.

”Ah!” pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ”Sungguh mengherankan burung garuda itu!” ujarnya kepada pemburu.

”Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!” balas sang pemburu mantap.

”Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!” bantah si ahli unggas itu.

Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.

”Betul, kan?” ujar si pemburu. ”Dia bukan garuda lagi!”

Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.

Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ”Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!” Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.

Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.

Koh Young Hun
Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia,
Hankuk University of Foreign Studies, Seoul,
Korea

Sumber :
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. SPESIAL HARGA PROMO TERBARU & TERPERCAYA DI ALPHA SHOP : Produk yang Kami Tawarkan Semuanya asli original, Ada Garansi Resmi Distributor. dan Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya..Minat Hub / Sms ;0857-3112-5055 Atau klik web resmi kami di http://alpha-shopelektronik.blogspot.com/
    Ready Stock ! Apple iphone 5 32GB Rp.2.500.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 5S 32GB Rp.3.000.000,-
    Ready Stock ! Apple iPhone 6 plus 32gb Rp.4.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E5 E500H Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy E7 E700H Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S5 Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy S6 32GB Putih Rp.3.300.000
    Ready Stock ! Samsung L9100 Galaxy S2 - Black Rp.900.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 7.0-16GB-Putih Rp. 1.300.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 8.0-16GB-Putih Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Black Rp. 1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0) Rp. 900.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Tab 3 10.1-16GB-Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note N7000 - Pink Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Y S5360 GSM - Pure White Rp.400.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Note Edge 32GB-Hitam Rp. 2.700.000.
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Alpha SM-G850-32GB-Gold Rp. 2.000.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand 2-8GB-Putih Rp. 1.200.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Mega 6.3 l9200-16GB-Hitam Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A3 SM-A300H Rp.1.500.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy A5 SM-A500F Rp.2.000.000
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Ace G316-4GB-Hitam Rp.500.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy J1 SM-J100-4GB-Hitam Rp.700.000,-
    Ready Stock ! Samsung Galaxy Grand Prime SM-530H Rp.800.000
    Ready Stock ! Sony Xperia M4 Aqua-Putih Rp.1.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Z3-Hitam Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Sony Xperia T2 Ultra Dual Sim-Putih Rp. 1.500.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Bold 9900 Dakota Rp.800.000,
    Ready Stock ! Blackberry Z30 16GB-Putih Rp.1.500.000,
    Ready Stock ! Sony Xperia Z3 Compact 16GB-Putih Rp. 2.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry bellagio 9790 Rp.700.000
    Ready Stock ! BlackBerry 9720 Samoa 512MB-Putih Rp.900.000,-
    Ready Stock ! BlackBerry Q5 8GB-Putih Rp.1.000.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Q10 Putih Rp.1.500.000,-
    Ready Stock ! Blackberry Z10 16GB-Putih Rp.1.000.000,

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya:
1. Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung
2. Jangan pakai link aktif/ spam
3. Iklan boleh, tapi 1 kali saja :)

>> Add FB Admin